

























Tahun 2015, takdir mempertemukan kami dalam sebuah Olimpiade sekolah tingkat SMA. Hanya sebatas tatap dan tahu, tanpa benar-benar mengenal. Seperti dua garis yang bersinggungan sesaat, lalu kembali ke jalurnya masing-masing. Namun, siapa sangka, menjelang detik-detik Ujian Nasional, takdir kembali mempertemukan kami dalam sebuah diskusi soal ujian. Dari sekadar bertukar jawaban, kami mulai bertukar nama. Nama yang sebelumnya asing, perlahan menjadi akrab di pendengaran dan hati.
Setahun berselang, dunia kampus kembali mempertemukan kami di satu almamater, meski berbeda jurusan. Perlahan, kami mulai memahami satu sama lain, menemukan kecocokan dalam hobi dan berbagi cerita tentang impian. Kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tapi juga menjadi saksi bagaimana dua hati yang dulunya asing mulai saling memahami. Bersama, kami menghadapi tantangan, berbagi suka dan duka, dan saling menguatkan dalam perjalanan yang penuh warna. Hingga akhirnya, di tahun 2017, kami sepakat untuk memberi makna lebih pada hubungan ini. Bukan sekadar persahabatan, tapi ikatan yang lebih dalam tempat berbagi mimpi, semangat, dan doa.
Setelah menyelesaikan dunia perkuliahan, hidup membawa kami ke jalan masing-masing. Aku memilih melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sementara dia fokus merajut kariernya. Kami mengejar cita-cita, namun hati tetap terjaga. Lalu, di ujung perjalanan akademikku, tepat setelah aku menggenggam gelar S2, dia datang dengan keberanian dan keyakinan. Bukan lagi sekadar teman berbagi cerita, tapi seseorang yang membawa niat suci mengikat perasaan dalam pernikahan.
Kini, kami melangkah bersama, meniti masa depan dengan cinta, kasih, dan doa. Mengukir kisah baru yang tak lagi berjalan sendiri-sendiri, tapi beriringan dalam satu tujuan meraih ridha dan keberkahan dari Allah. Semoga perjalanan ini selalu dalam lindungan-Nya, dan setiap langkah yang kami tempuh menjadi saksi bahwa cinta yang sejati adalah yang tumbuh dalam ketulusan dan dipersatukan oleh takdir-Nya.