


Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.
(QS. Ar-Rum: 21)














Kami berkenalan lewat salah satu sahabat Yelvi yang kebetulan sepupunya Mas Adam, kami saling bertukar PIN BBM, kemudian tidak sengaja bertemu di acara bazar UMKM.
Kami rutin menanyakan kabar dan bertukar cerita.
Waktu memisahkan kami begitu lama. Tujuh tahun lamanya setelah lulus SMK, Mas Adam merantau ke Jogja dan Yelvi melanjutkan study ke Pangkalpinang, pada waktu itu, kami fokus mengejar cita-cita, dan sama-sama memiliki pasangan sampai lose contact.
Pada tanggal 11 Maret 2023 bertepatan dengan ulang tahun kami, Mas Adam tiba-tiba follow Instagram dan DM Yelvi, menanyakan apakah masih mengenalinya? Upps, Mas Adam berusaha mendekati dengan meminta Whatsapp. Berawal dari membahas bahwa “dulu pernah chatting seasik itu”, sampai akhirnya kami semakin dekat satu sama lain. Seringkali bertukar cerita dan menghabiskan waktu bersama. Lambat laun, perasaan nyaman itu berubah menjadi sayang dan cinta yang tidak terduga.
Memutuskan untuk saling menyatakan perasaan adalah bagian dari perjalanan kisah kami. Berpacaran selama satu tahun sembilan bulan, tentu saja banyak terpaan badai permasalahan yang menghadang. Tapi kami berhasil melewatinya.
Tahun 2025 menjadi langkah baru bagi kami untuk membina bahtera rumah tangga. Dengan keyakinan dan kepercayaan bahwa inilah takdir yang Allah SWT anugerahkan. Kami sepakat untuk mengikat janji suci dalam biduk pernikahan.