


Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.
(QS. Ar-Rum: 21)





















Siapa sangka bahwa pertemuan yang sederhana akan menorehkan cerita indah. Saat itu, dia datang mengantar adiknya untuk belajar, dengan wajah yang tampak penuh perhatian dan kesederhanaan.
Hari yang sangat berkesan. Tanpa disadari kami intens berkomunikasi dan akhirnya memutuskan bertemu berdua untuk pertama kalinya. Tidak ada yang berencana untuk saling jatuh cinta, tetapi setiap tawa dan percakapan kami terasa begitu hangat. Kehangatan yang tidak pernah didapatkan dimanapun sebelumnya. Ada hal yang menarik saat dia dengan lugas menyampaikan tentang apa yang menjadi tujuan hidupnya.
Melalui pendekatan demi pendekatan, Tuhan memberikan jalan sekaligus ujian bagi kita. Dia diberi kesempatan mengejar karirnya di Negeri Sakura. Bangga sekali, tetapi perempuan mana yang tidak ragu saat akan ditinggalkan. Namun, ada janji yang dia tinggalkan sebelum kami berjarak.
Hingga pada akhirnya mas Alim menepati janjinya. Setelah kita saling mendukung dan menemani proses satu sama lain, Mas alim dengan yakin melamar ku. Dua keluarga saling bertemu dan menyaksikan kita mengikat janji namun di pisahkan oleh dua negara dengan waktu yang berbeda.
Ada cinta dan kehidupan yang jauh hari kita persiapkan bersama.
Dengan segala maaf, komitmen dan kasih sayang, akhirnya waktu yang kami nanti-nantikan dan perjuangkan akan tiba. Sebuah hubungan yang Allah ridhoi dan berjanji untuk terus saling menjaga, mengasihi dan menjadi teman hidup selamanya