



















"Maha Suci Allah yang menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan..."
( QS. Yasin: 36 )
Jauh sebelum dunia mengenal nama kami, sebelum takdir mempertemukan langkah kami, Allah telah menuliskan kisah ini di Lauhul Mahfudz. Bahwa aku dan dia adalah dua jiwa yang disiapkan untuk saling melengkapi, bertemu dalam satu ikatan suci yang bernama pernikahan.
Takdir itu perlahan nyata. Dari sekian banyak kemungkinan, langkah kami justru diarahkan ke satu tempat yang sama, membawa hati ini menuju satu tujuan: membangun rumah tangga dalam ridha-Nya.
Allah mempertemukan kami di tempat yang penuh keberkahan—di dalam pesantren, tempat penuh cahaya ilmu dan akhlak bertumbuh.
Kami berada dalam lingkungan yang sama, di bawah naungan ilmu dan adab. Kami tak tahu bahwa pertemuan ini bukan sekadar kebetulan, melainkan bagian dari skenario terbaik yang telah Allah siapkan.
Siapa sangka, langkah kecil di jalan ilmu ini ternyata mengantar kami menuju langkah besar dalam kehidupan: menuju pernikahan.
Pada tanggal 17 Desember 2024, kami melangsungkan pertemuan antar keluarga, membangun komunikasi dengan niat suci: melangsungkan lamaran dan saling meminta untuk menjadi pendamping hidup.
Alhamdulillah, lamaran itu berjalan dengan baik dan hangat.
Sejak hari itu, kami tidak lagi hanya dua individu yang saling mengenal, tapi telah mengikat janji untuk membangun masa depan bersama. Tunangan bukan sekadar ikatan, tetapi awal dari sebuah perjalanan penuh komitmen dan tanggung jawab.
24 April 2025—hari yang akan menjadi awal perjalanan kami sebagai suami dan istri.
Di hadapan keluarga, sahabat, dan para saksi, kami akan mengucapkan ijab kabul, mengikat janji untuk saling mencintai, menjaga, dan mendampingi dalam setiap suka dan duka.
Hari ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang ikrar suci di hadapan Allah. Kami memohon kepada-Nya agar mengaruniakan keberkahan dalam pernikahan ini, menjadikannya rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, tempat di mana kami bisa tumbuh bersama dalam kebaikan dan ketakwaan.
Pernikahan ini bukan hanya untuk hari ini, bukan hanya untuk esok, tetapi untuk sepanjang hayat.
Kami sadar, perjalanan ini tidak akan selalu mudah. Akan ada tantangan, akan ada ujian. Namun, selama kami berjalan beriringan, selama kami berpegang teguh pada cinta yang dibangun atas nama-Nya, kami yakin bahwa tidak ada badai yang tidak bisa kami lewati bersama.
Kami berdoa agar Allah selalu menuntun langkah kami, menguatkan hati kami, dan mengikat cinta ini hingga ke surga-Nya.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."
(QS. Al-Furqan: 74)
Semoga cinta ini selalu dalam ridha-Nya. Semoga Allah mengizinkan kami menua bersama, tetap saling mencintai hingga di akhir hayat, dan dipertemukan kembali dalam surga-Nya yang abadi. Aamiin.
Wedding Gift / Rekening