




















Tidak ada yang kebetulan didunia ini. Semua sudah tersusun rapi oleh Sang Maha Kuasa. Kita tidak bisa memilih kepada siapa kita akan jatuh cinta. Yang awalnya benci bisa menjadi cinta. Pertama bertemu entah apa yang menarik ku untuk jatuh hati padamu. “Aku serius sama kamu”, ucap mu saat pertama bertemu. “Heleh apasih” ledek ku saat itu.
Katanya cinta dapat tumbuh dengan kebersamaan. Seiring berjalannya waktu kami semakin dekat, saling bertukar cerita, saling support satu sama lain. Walaupun tak satu dua hal ada yang menguji kami tetapi alam seakan terus berkonspirasi untuk menyatukan kami berdua.
Kehendak-Nya tak pernah disangka, 04 Februari 2025 kamu melamar ku. Bukit Batu menjadi saksi indahnya hari itu untuk kami. Tepat dihari ulang tahun ku 15 Februari 2025 pertemuan hangat dua keluarga kami melangsungkan acara lamaran sederhana.
“Tunggu aku 2 tahun ya, aku persiapkan segalanya untuk kamu” ucap mu kala itu. Nyatanya belum sampai 1 tahun, kamu sudah menepati janjimu. Terima kasih sudah menepati janji suci itu.
Percayalah, bukan karna bertemu lalu berjodoh tetapi karna berjodohlah maka kami dipertemukan. Kami memutuskan mengikrarkan janji suci pernikahan kami dibulan ini. Insya Allah sebagai mana yang pernah dikatakan Ali bin Abi Thalib “Apa yang menjadi takdirmu akan menemukan jalannya untuk menemukan mu”