










Kita bertemu bukan karena kebetulan, melainkan karena takdir yang perlahan menuntun, agar dua hati saling menemukan pada saat tertepat.
Tawa dan percakapan menjadi benih dalam hati, ia tumbuh perlahan menjadi rasa aman dan nyaman, tanpa terburu-buru, tanpa memaksa, hanya saling percaya.
Hati tak lagi mencari arah, sebab telah menemukan tempat untuk pulang. Sampai tiba saatnya, kita kan sempurnakan janji, dalam doa, restu, dan ridho semesta.