













Tak ada yang tau takdir, tapi ternyata takdir indah ku adalah "cinta masa putih abu, menjadi pelabuhan terakhir ku"
Kami tumbuh bersama. masa remaja, hingga dewasa. Seperti pecahan kaca, kami saling merangkai menembus sekat hingga dekat. Berdampingan disetiap fase dunia yang terus berubah, dengan menjaga rasa agar tidak tergoyah.
Setelah beribu kata maaf, cinta, dan kasih. Kini kami sepasang insan, bertapak diatas permulaan Menuju tujuan. Dari sini, kami mulai berlayar..