

Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.
(QS. Ar-Rum: 21)
Takdir mempertemukan kami di sebuah perjalanan akademik di salah satu kampus di Bandung.
Kami mulai mengenal satu sama lain dengan lebih dalam. Percakapan ringan berubah menjadi diskusi panjang, dan kebersamaan kami di kampus semakin terasa berarti. Namun, di awal tahun 2020, pandemi COVID-19 datang dan mengubah segalanya. Shaf harus pulang ke kampung halamannya di Batu Bara, sementara saya tetap bertahan di Bandung. Sejak saat itu, kami menjalani hubungan jarak jauh dengan penuh kesabaran dan keyakinan.
Waktu berlalu, hingga pada April 2024, dia kembali ke Bandung dengan membawa niat yang lebih serius dengan penuh keyakinan, dia menyampaikan kesungguhan hatinya, menegaskan bahwa perjalanan yang telah kami lalui bukanlah kebetulan, melainkan takdir yang harus kami perjuangkan bersama.
Dan kini, kami menanti Juli 2025, hari di mana perjalanan panjang ini akan bermuara pada kebahagiaan yang kami impikan. Hari di mana kami mengikat janji suci untuk saling melengkapi, bukan lagi sebagai dua insan yang terpisah oleh jarak, tetapi sebagai satu kesatuan dalam ikatan pernikahan.