










Tahun 2010, kami dipertemukan sebagai teman SMP. Dua tahun lamanya kami berada di kelas yang sama. Namun saat itu, kami hanyalah teman biasa, jarang berbincang, apalagi saling mengenal lebih dalam.
Hanya dalam tugas kelompok kami berbagi waktu, sekadar menyelesaikan kewajiban sekolah.
Siapa sangka, pertemuan yang biasa itu, 14 tahun kemudian menjadi kisah luar biasa.
Tahun 2024 kami berkomunikasi kembali di sosial media. Awalnya komunikasi kami hanya seputar informasi mengenai mendaki gunung yang akhirnya kami mengobrol hal yang serius. Dari obrolan itu, kami merasa sefrekuensi dan satu visi misi. Hingga akhirnya, kami memutuskan komitmen dengan restu orangtua menuju pernikahan dan saling mengenal satu sama lain. 3 bulan dari kami berkomunikasi kembali, kami mengikat komitmen dalam sebuah pertunangan hangat dan penuh harapan.
Dan tepat pada tanggal 22 Juni 2025, kami memutuskan untuk mengikat janji suci dalam pernikahan. Di momen penuh cinta dan haru ini, kami siap melangkah ke fase kehidupan baru, saling berharap Ridho Allah, saling mencinta, mendukung, dan tumbuh bersama untuk lebih dekat kepada Allah Swt.
Percayalah, bukan karena bertemu lalu berjodoh, tapi karena berjodohlah maka kami dipertemukan. Sebagaimana yang pernah dikatakan Sayidina Ali bin Abi Thalib: “ Apa yang menjadi takdirmu akan menemukan jalannya untuk menemukanmu.”